Kabut Cahaya Ketika Jari-jari bunga terbuka mendadak terasa betapa sengit, cinta kita cahaya bagai kabut, kabut cahaya di langit menyisih awan hari ini di bumi meriap sepi yang purba ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sajak Rambut Rambutku gondrong benakku adalah hutan keinginan terkurung di dalamnya di kegelapan aku berteriak: kebebasan! Sepanjang malam semakin ribut jiwa siapa tak akan letih menjelang pagi baru tertidur hari hampir siang, matahari menegurku hutanku kembali ribut minta dilayani. inikah dirimu, di depan kaca aku bertanya kening yang terlipat, mata yang nyalang rambut yang gondrong dan debar jantungmu menangkap bau warna putih: uban! Rambut yang panjang mendekati tanah waktu memberat di tiap helai berapa lagi bukit-bukit letih dan daki sebelum sampai di sebuah pantai melabuhkan lelah sementara menyongsong badai kembali Baca Juga : Tips and trik Buat Puisi
Butir-butir tangisan pipi
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Hujan Deras Hujan deras dengan air mata Butir butir tangisan di pipiku Guntur menyambar dengan kilaunya Berkilat ki lat kilau di pipi Kurasa keputusasaan manu…… Sia, sia, sia, sia sia Butir-butir air mata Bilas dengan bahak tawamu hahaha Karna keputusasaan manu Sia sia sia sia sia sia Hujan deras dengan air mata Butir-butir tangisan di pipi Kucur air mata ke samudera Berbuih berombak tertawaku Bersorak-sorai Berderai air di mata Tersendu sendu Bersenda gurau guraunya Gusar dan tenteram Samar-samar berbeda Samar-samar samanya Samar samanya Telah kau saksikan, kekasih, tangis tawaku Ibarat tuntas tiada berbeda